Melawi. Mengandalkan citarasa kopi saring khas "djaman doeloe", Coffee Shop Kopi Saring Melawi di Jalan Provinsi Km 2, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kini menjadi salah satu tempat nongkrong favorit di kota tersebut. Berawal dari warung kopi kecil di pinggir jalan, Ricky David Setiawan, pemilik Kopi Saring Melawi, mengembangkan usahanya hingga kini berdiri di bangunan permanen berkat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Kalbar.kamis,(14/11)
Awalnya, Ricky hanya mengoperasikan warung kopi sederhana tanpa bangunan megah, menyediakan kopi saring dengan beberapa meja dan kursi untuk pengunjung di pinggiran jalan. Namun, ketika berencana mengembangkan usahanya, ia kebingungan hingga akhirnya didatangi petugas Bank Kalbar yang menawarkan bantuan permodalan melalui program KUR.
"Bantuan KUR dari Bank Kalbar bagaikan 'pucuk dicinta ulam pun tiba'. Saya bisa mewujudkan impian memiliki bangunan permanen dengan angsuran yang terjangkau," ungkap Ricky. Setelah menerima suntikan modal dari KUR, Kopi Saring Melawi berubah menjadi coffee shop dengan interior yang menarik di lokasi strategis Nanga Pinoh.
Kopi Saring Melawi mempertahankan rasa khas kopi tradisional, dan buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga tengah malam. Kedai ini ramai dikunjungi pelanggan yang menikmati kopi saring bercitarasa khas dengan tagline #kopikamikopimelawi. Kopi Saring Melawi juga mempekerjakan pegawai yang telah dibekali pelatihan meracik kopi saring khas.
Ricky mengapresiasi dukungan Bank Kalbar yang secara aktif mendatangi pelaku usaha untuk menginformasikan program kredit modal usaha. "Saya bersyukur didatangi petugas Bank Kalbar yang menjelaskan persyaratan KUR. Ternyata prosesnya lebih mudah dari yang saya kira," katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap UMKM, Bank Kalbar terus berupaya menyalurkan kredit bagi pelaku usaha kecil. Saat ini, Bank Kalbar telah berhasil melebihi target penyaluran kredit UMKM dengan capaian 36 persen, melampaui target pemerintah sebesar 30 persen.(Sabirin)



Social Footer