Breaking News

Teh PalmCo Ukir Sejarah di National Tea Competition 2025, Holding Perkebunan Nusantara Buktikan Daya Saing Global

Jakarta, 28 Agustus 2025 – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang National Tea Competition (NTC) 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Teh Indonesia (ATI) di Jogja Expo Center, Yogyakarta, PalmCo berhasil mendominasi dengan menyabet enam penghargaan sekaligus.

Salah satu pencapaian utama adalah kemenangan Teh Butong produksi Unit Bah Butong PTPN IV Regional II yang meraih Juara Pertama kategori Broken Pekoe (BP), mengungguli 91 sampel teh dari berbagai perusahaan perkebunan besar, baik BUMN maupun swasta.

Selain itu, PalmCo juga sukses memborong penghargaan di kategori Broken Orange Pekoe (BOP), Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF), Pekoe Fannings (PF), hingga Dust, yang seluruhnya berasal dari Pabrik Teh Tobasari dan Butong. Dengan raihan ini, PalmCo tercatat sebagai peserta dengan penghargaan terbanyak dalam gelaran NTC edisi ketiga.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyebut prestasi ini sebagai buah nyata dari transformasi bisnis yang tengah dijalankan.

“Penghargaan ini merupakan wujud dari keyakinan kami bahwa produk PTPN mampu bersaing di level tertinggi. Kami berharap capaian ini menjadi pijakan baru untuk membawa teh Indonesia lebih maju, meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan seluruh stakeholder,” ujar Jatmiko.

Penjurian NTC 2025 dilakukan secara tertutup oleh tiga juri bersertifikasi internasional, salah satunya dari Singapura. Setiap sampel diuji berdasarkan mutu, rasa, kekuatan warna, dan konsistensi produk dengan skor tertinggi mencapai 85 poin.

Ketua Umum ATI, Dede Kusdiman, menyampaikan apresiasi besar kepada PalmCo. Menurutnya, dominasi PalmCo membuktikan BUMN perkebunan telah berbenah dan kini siap bersaing di level nasional maupun global.

“Kami semua terkejut melihat hasil akhir. Teh PalmCo unggul di berbagai aspek kualitas. Bahkan, saya mendapat kabar bahwa untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun, komoditas teh BUMN berhasil mencetak laba. Ini luar biasa,” ungkap Dede.

Sementara itu, Budi Susanto, Region Head PTPN IV Regional II, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari kebun hingga pabrik.

“Kualitas lahir dari proses yang baik. Sejak pucuk dipetik hingga pengemasan, kami menjaga standar mutu dengan presisi,” jelasnya.

Dengan capaian di NTC 2025, PalmCo semakin mengukuhkan posisinya sebagai produsen teh ortodoks unggulan Indonesia. Berbekal sertifikasi internasional seperti Rainforest Alliance, ISO 9001, ISO 17025, serta Halal, produk teh PalmCo kini tak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga siap bersaing di pasar global.(Sabirin)


Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close