Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, selaku Dewan Pembina Perguruan Laskar Alfakar Indonesia, secara resmi mengukuhkan Ketua Umum Pusat Laskar Alfakar Indonesia dalam acara yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-12 Laskar Alfakar Indonesia. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI H. Alifudin, tokoh agama, pengurus, serta ratusan anggota perguruan Alfakar Indonesia
Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran perguruan silat dalam membina generasi muda agar lebih terarah dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah, khususnya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.
“Anak muda terutama generasi muda harus bisa terayomi dan terarah dalam mengisi pembangunan di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak. Tidak hanya sebatas perguruan silat, tetapi banyak bidang lain yang bisa dikembangkan, seperti sosial, ekonomi, dan pendidikan,” ujar Edi.
Ketua Umum Laskar Alfakar Indonesia pusat Nurman Abdul Mukmin dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia 12 tahun sejak didirikan pada 28 November 2013. Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan dan hambatan.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa merayakan Milad ke-12. Perjalanan ini panjang dengan berbagai tantangan, namun ke depan kita akan terus mengembangkan Laskar Alfakar Indonesia di seluruh Kalimantan Barat. Saat ini sudah terbentuk delapan pengurus daerah, dan insya Allah tahun 2026 akan lengkap di 14 kabupaten/kota. Bahkan rekan-rekan dari Jakarta juga meminta dibentuk perwakilan DKI Jakarta,” ungkapnya.Sabtu malam,(26/12) di aula Wisma Tanjung ria
Sementara itu, Tuan Guru Besar H. Edy Thamrin Ahmad mengungkapkan rasa syukur atas kondisi Kota Pontianak yang tetap aman, damai, dan tentram, sehingga kegiatan keagamaan dan budaya dapat berlangsung dengan baik.
Anggota DPR RI H. Alifudin turut mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dan peran Wali Kota Pontianak dalam mendukung pelestarian budaya. Ia menilai Laskar Alfakar Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari budaya bangsa.
“Kami melihat ini sebagai bagian dari budaya Indonesia yang harus terus dikembangkan. Tidak hanya seni bela diri, tetapi juga nilai-nilai budaya yang dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi pariwisata dan pembangunan nasional,” ujarnya.
Acara pengukuhan dan peringatan Milad ke-12 ini berlangsung khidmat dan meriah,di suguhkan atraksi ilmu tenaga dalam ,menjadi momentum penguatan peran Laskar Alfakar Indonesia dalam membina generasi muda serta menjaga nilai-nilai budaya dan persatuan di Kalimantan Barat.(Sabirin)


Social Footer