Pontianak Utara – Proyek pengaspalan di Jalan Parwasal menuai sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga kuat tidak sesuai ketentuan, mulai dari tidak dipasangnya papan informasi (plank) proyek, hingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pada malam hari dan saat hujan lebat.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengaspalan tetap berlangsung meski kondisi cuaca tidak mendukung. Padahal, pekerjaan aspal pada saat hujan berpotensi menurunkan kualitas hasil pekerjaan dan menimbulkan kerugian negara.
Lebih memprihatinkan lagi, para pekerja tampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana diatur dalam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Helm keselamatan, rompi reflektif, hingga sepatu safety nyaris tidak terlihat, sehingga menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Tidak adanya plank proyek juga menimbulkan pertanyaan serius. Publik tidak dapat mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai proyek, waktu pelaksanaan, maupun pelaksana kegiatan, yang seharusnya menjadi bentuk transparansi penggunaan uang negara.
Sejumlah warga sekitar mengaku heran dengan pola pengerjaan proyek tersebut.
“Dikerjakan malam, hujan deras pula, tidak ada papan proyek. Kami jadi bertanya-tanya, ini proyek resmi atau bagaimana,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Praktik seperti ini dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pekerjaan konstruksi, sebagaimana diatur dalam regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Masyarakat mendesak instansi terkait dan aparat pengawas untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan. Jika terbukti ada pelanggaran, pihak berwenang diminta memberikan sanksi tegas kepada kontraktor maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait.(Tim)


Social Footer