Breaking News

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Keberlanjutan Sawit Lewat Keberhasilan PSR di Regional V

Pontianak – Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan melampaui target Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2025.
Hingga akhir 2025, realisasi PSR di wilayah kerja PTPN IV Regional V tercatat mencapai 5.592 hektare, melampaui target seluas 5.569 hektare atau setara 100,45 persen dari rencana yang ditetapkan.
Capaian ini mencerminkan konsistensi PTPN IV Regional V dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan perkebunan sawit rakyat. Program PSR dilaksanakan melalui peremajaan tanaman sawit tua dan tidak produktif menggunakan bibit unggul bersertifikat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun, menjaga kesinambungan produksi crude palm oil (CPO), serta memperkuat daya saing industri sawit nasional secara berkelanjutan.
Selain berdampak pada peningkatan ekonomi petani, pelaksanaan PSR juga berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan karena dilakukan tanpa membuka lahan baru. Pendekatan ini sejalan dengan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan dan kesejahteraan petani.
Program PSR didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang bersumber dari pungutan ekspor kelapa sawit, dengan nilai bantuan sebesar Rp60 juta per hektare sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan tersebut menjadi stimulus penting bagi petani untuk melakukan peremajaan kebun secara terencana dan berkelanjutan.
Keberhasilan pelaksanaan PSR ini tidak terlepas dari sinergi antara PTPN IV Regional V dengan Koperasi Unit Desa (KUD), kelompok tani, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), serta PT Sucofindo. Peran aktif Distrik Petani Mitra (DPM) PTPN IV Regional V sebagai penanggung jawab program turut memastikan pendampingan teknis, koordinasi, dan komunikasi berjalan optimal.
Kepala Bidang Tanaman Plasma/KKPA Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional V, Sumedi Joko Purwanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang dibangun secara konsisten.
“Keberhasilan realisasi Program PSR ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara PTPN IV Regional V, koperasi, dan kelompok tani. Perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung PSR sebagai upaya meningkatkan produktivitas sawit rakyat sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional V, Arry Asnawi, menegaskan bahwa Program PSR merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi petani.
“Program Peremajaan Sawit Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kebun dan produktivitas petani di masa mendatang,” katanya.
Arry mengakui masih terdapat tantangan berupa keraguan sebagian petani, terutama di tengah harga sawit yang relatif tinggi. Namun demikian, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya peremajaan kebun.
“Kami memahami masih adanya keraguan petani saat harga sawit tinggi. Namun PSR sangat membantu pembiayaan replanting yang membutuhkan biaya besar dan belum tentu tersedia secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penundaan peremajaan berpotensi menurunkan produktivitas kebun di masa depan. Oleh karena itu, PTPN IV Regional V terus hadir mendampingi petani secara berkelanjutan.
Pada tahun 2026, PTPN IV Regional V menargetkan pelaksanaan PSR seluas 4.800 hektare, masing-masing 2.400 hektare di Kalimantan Barat serta 2.400 hektare di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Untuk merealisasikan target tersebut, Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional V akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk koperasi, kelembagaan petani, pemerintah daerah, dan perbankan, serta memastikan kesiapan administrasi, legalitas lahan, dan pendampingan teknis.
Di sisi lain, Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat tata kelola dan kolaborasi program guna mendorong peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, serta penerapan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.(Sabirin)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close