Kalianda – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 7 terus mendorong hilirisasi komoditas kelapa dengan melatih petani di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, untuk memproduksi gula semut bernilai tambah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) tersebut diikuti oleh 25 petani kelapa setempat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dalam pelaksanaannya, PTPN I Regional 7 menggandeng PT Kulaku Indonesia Sejahtera sebagai mitra pendamping teknis. Para peserta mendapatkan praktik langsung pembuatan gula semut dari bahan baku nira kelapa sekaligus pengetahuan mengenai peluang hilirisasi industri kelapa.
Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang selama ini hanya diolah menjadi gula merah tradisional.
“Kami menggandeng mitra yang berpengalaman untuk memberi nilai tambah kepada petani kelapa di wilayah pesisir Lampung Selatan, khususnya Desa Bulok. Selama ini mereka hanya memproduksi gula merah, sehingga melalui pelatihan ini kami berharap kesejahteraan petani dapat meningkat melalui berbagai produk turunan kelapa,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan merupakan mitra strategis yang perlu terus didukung. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan program hilirisasi yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Selain pelatihan teknis, para petani juga dibekali wawasan mengenai peluang usaha berbasis kelapa, seperti produksi minyak kelapa murni (VCO), santan instan, tepung kelapa, dan berbagai produk turunan lainnya. Bahkan, peserta juga menerima bantuan peralatan produksi sebagai modal awal pengembangan usaha mandiri.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunriman Danas, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari peran BUMN perkebunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa PTPN I bergerak selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mempercepat hilirisasi berbasis potensi lokal.
“Melalui produksi gula semut ini, kami ingin memastikan petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pelaku utama yang memperoleh nilai tambah. Ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan,” katanya.
CEO PT Kulaku Indonesia Sejahtera, Mustofa, menjelaskan bahwa inovasi dalam pengolahan nira kelapa menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.
“Dengan dukungan PTPN I, kami memperkenalkan teknik budidaya dan pengolahan nira yang lebih intensif serta higienis sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UMKM Nila Sari Desa Bulok, Suprayitno, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai program ini membuka peluang baru bagi masyarakat yang sebagian besar memiliki pohon kelapa di pekarangan rumah.
“Dengan ilmu dan peralatan yang diberikan PTPN I, kami optimistis dapat meningkatkan penghasilan. Kami berharap Desa Bulok dapat berkembang menjadi sentra produksi gula semut yang mandiri,” katanya.
Melalui program ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi komoditas lokal serta menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Sabirin)


Social Footer