TEMBILAHAN – Pelayanan di RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan terkait tindakan medis, melainkan dugaan sikap tidak humanis yang dilakukan oleh oknum cleaning service terhadap seorang pasien.
Peristiwa ini diungkap oleh keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya. Mereka mengaku masih menyimpan rasa kecewa dan luka batin atas perlakuan yang diterima saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Menurut keterangan keluarga, pasien yang merupakan kakaknya dirawat selama beberapa malam dalam kondisi kesehatan yang belum stabil. Selama masa perawatan, proses medis berjalan sebagaimana mestinya. Namun, insiden yang dinilai tidak pantas justru terjadi menjelang pasien diperbolehkan pulang.
Kejadian bermula saat pasien yang tengah mengalami sesak napas bergegas ke toilet karena ingin buang air kecil. Dalam kondisi lemah, pasien diduga lupa menutup kran air hingga menyebabkan air meluap ke lantai.
Alih-alih mendapatkan bantuan atau pengertian, seorang oknum cleaning service justru datang dan melontarkan teguran dengan nada tinggi.
“Dia langsung mengomel, ‘Siapa tadi yang masuk ke WC tidak matikan air?’ Nadanya keras, bukan mengingatkan,” ungkap pihak keluarga.
Situasi sempat hening.
Namun karena terus ditekan dengan pertanyaan bernada marah, pasien akhirnya mengaku dan meminta maaf, sembari menjelaskan bahwa dirinya dalam kondisi sesak dan tidak fokus.
Ironisnya, permintaan maaf tersebut tidak menghentikan omelan. Oknum tersebut bahkan mengeluarkan ucapan yang dinilai merendahkan.
“Dia bilang, ‘Aku tahulah siapa yang masuk tadi, tiga orang. Kalau tidak ada yang mengaku berarti siluman’,” ujar keluarga menirukan.
Ucapan tersebut dinilai tidak hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi melukai kondisi psikologis pasien yang sedang sakit. Anak pasien yang mendengar hal itu sempat menegur.
“Kami langsung bilang, tolong jaga ucapannya.,” tegasnya.
Keluarga mempertanyakan standar pelayanan di rumah sakit daerah tersebut. Mereka menilai, dalam lingkungan fasilitas kesehatan, seluruh petugas—tanpa terkecuali—seharusnya memiliki empati dan etika komunikasi yang baik terhadap pasien.
“Ini rumah sakit, bukan tempat orang sehat. Harusnya ada rasa empati. Jangan malah memperparah kondisi pasien,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan melalui Kasi Pelayanan Medis dan Pencegahan, dr. Dwi Gunawan saat dikonfirmasi via telpon WhatsApp Senin (6/4/26) mengatakan,bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus tersebut.
"Saat ini kami sedang melengkapi data dan investigasi soal dugaan peristiwa tersebut," imbuhnya. Red, Mhmd


Social Footer