Breaking News

Seribu Telur dan Nasi Kebuli Meriahkan Maulid Nabi di Desa Bakit, Tradisi Lama Kembali Dihidupkan

Cyberpers.com- BANGKA BARAT — Suasana kebersamaan kembali terasa di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Masyarakat setempat tumpah ruah mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Rabu (26/8/2026) malam.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini terasa istimewa karena masyarakat kembali menghidupkan tradisi yang sempat vakum beberapa tahun terakhir, yakni penyediaan seribu telur dan makan bersama dengan nasi kebuli.

Sejak sore, halaman dan pelataran masjid mulai dipadati warga. Sejumlah pohon pisang yang telah dihias menjadi salah satu pemandangan menarik dalam kegiatan tersebut. Ribuan telur rebus yang telah dibungkus kemudian ditusukkan menggunakan lidi dan ditancapkan pada pohon-pohon yang telah disiapkan.

Anak-anak juga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mulai dari lomba azan hingga lomba busana muslim dan muslimah yang diikuti peserta dari kalangan balita hingga anak-anak.

Sementara itu, di sisi lain masjid, sejumlah ibu-ibu sibuk mempersiapkan hidangan nasi kebuli lengkap dengan lauk-pauk untuk disantap bersama masyarakat.

Kepala Desa Bakit, Buhori, mengatakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berlangsung selama tiga hari.

“Hari pertama itu kita baca-baca doa, berzanji. Setelah itu malam keduanya kita lomba azan untuk kategori anak-anak dan remaja,” ujar Buhori.

Pada malam puncak, kegiatan dilanjutkan dengan lomba busana muslim dan muslimah untuk kategori balita hingga anak-anak. Panitia juga menyediakan sebanyak 1.000 butir telur yang kemudian dibagikan secara gratis kepada anak-anak di Desa Bakit.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyiapkan nasi kebuli sebanyak 50 kilogram untuk dinikmati bersama.

“Kita juga menyiapkan nasi kebuli sebanyak 50 kilogram. Dan ini merupakan kerja sama seluruh masyarakat Desa Bakit,” katanya.

Buhori menjelaskan, tradisi memasak dan menyantap nasi kebuli bersama tersebut sebenarnya telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Bakit setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun, tradisi tersebut sempat ditiadakan selama beberapa tahun karena berbagai alasan. Tahun ini, masyarakat sepakat untuk kembali menghidupkannya sebagai upaya menjaga sekaligus mengingat kembali tradisi yang telah diwariskan sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun 2026, di tahun 1448 Hijriah ini kita adakan kembali supaya kita mengingat sejarah yang lama,” ungkapnya.

Menurut Buhori, seluruh rangkaian kegiatan tahun ini juga terlaksana tanpa menggunakan dana desa. Pelaksanaan kegiatan murni didukung melalui swadaya dan gotong royong masyarakat Desa Bakit.

Ia berharap tradisi tersebut tidak berhenti tahun ini, tetapi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada peringatan Maulid Nabi di tahun-tahun berikutnya.

Bahkan, jumlah telur dan hidangan nasi kebuli diharapkan dapat ditambah sebagai simbol semakin besarnya harapan masyarakat terhadap masa depan Desa Bakit.

“Dari berbagai macam persoalan di Desa Bakit, kami menaruh beribu harapan untuk ke depannya lebih baik lagi,” pungkas Buhori.


Tim

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close