Breaking News

Diduga Tak Hanya dari IUP Sendiri, Dari Mana Sumber Bijih Timah yang Masuk ke PT SIM?

BANGKA BELITUNG — Aktivitas pengolahan bijih timah di PT SIM menjadi sorotan menyusul pertanyaan mengenai asal-usul material yang masuk ke perusahaan tersebut.

Dengan luas IUP yang disebut sekitar 71,39 hektare, muncul pertanyaan apakah seluruh kebutuhan bahan baku PT SIM berasal dari kegiatan penambangan di dalam wilayah IUP sendiri atau terdapat material yang berasal dari sumber lain.

Informasi mengenai adanya dugaan material dari luar wilayah IUP turut memunculkan pertanyaan mengenai sistem penerimaan dan penelusuran asal bijih timah yang diterapkan perusahaan.

Jika terdapat bijih yang berasal dari mitra pemasok, hal penting yang perlu dibuka adalah siapa pemasoknya, dari lokasi mana material tersebut berasal, serta dokumen apa yang menjadi dasar penerimaan material tersebut.

Termasuk, apakah setiap material yang masuk telah melalui proses verifikasi asal-usul, pengecekan dokumen legalitas sumber tambang, serta pencocokan antara lokasi asal material dengan izin pertambangan yang tercantum dalam dokumen pemasok.

Sorotan lainnya berkaitan dengan kemungkinan adanya material yang berasal dari aktivitas pengolahan atau penambangan di luar wilayah IUP. Jika benar terdapat material dari luar IUP, perlu dijelaskan bagaimana proses verifikasi dilakukan sebelum material tersebut diterima.

Pertanyaan ini menjadi penting karena luas wilayah IUP, kapasitas produksi, volume material yang masuk, serta sumber pasokan semestinya dapat ditelusuri dan dibandingkan secara administratif maupun faktual.

PT SIM juga perlu menjelaskan berapa volume bijih timah yang diproduksi dari IUP sendiri dan berapa volume yang berasal dari pihak lain dalam periode tertentu.

Selain itu, perlu diketahui apakah perusahaan memiliki data asal material per pemasok, dokumen pengangkutan, dokumen sumber tambang, serta pencatatan volume masuk dan keluar yang dapat menunjukkan keterlacakan setiap material.

Hingga saat ini, pertanyaan utama yang perlu dijawab bukan hanya mengenai berapa banyak timah yang masuk ke PT SIM, tetapi juga dari mana setiap material tersebut berasal dan apakah sumbernya dapat ditelusuri sampai ke wilayah IUP yang sah.

Klarifikasi dari pihak PT SIM, instansi terkait, maupun pihak pemasok diperlukan agar informasi mengenai asal-usul bahan baku tersebut dapat diketahui secara utuh dan berimbang.

Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.

Type and hit Enter to search

Close