Cyberpers.comBANGKA SELATAN — Keberadaan KIP Cinta IV di perairan Sukadamai, Pulau Dapur, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi perhatian setelah tim lapangan menemukan adanya aktivitas pengangkutan karung berisi pasir dari daratan menuju kapal tersebut.
Aktivitas itu disebut berlangsung dalam beberapa kesempatan. Sejumlah warga terlihat mengambil pasir dari kawasan pesisir, memasukkannya ke dalam karung, kemudian mengangkutnya menggunakan kapal nelayan menuju KIP Cinta IV.
Yang menjadi perhatian, karung-karung tersebut disebut kembali diturunkan ke daratan pada hari berikutnya.
Salah seorang warga yang mengetahui aktivitas tersebut mengatakan, proses pengangkutan material memang sempat terlihat di sekitar lokasi.
“Beberapa minggu lalu memang ada pengambilan pasir pantai, dimasukkan karung, diangkut kapal nelayan lalu dilangsir ke KIP Cinta IV. Tapi anehnya, keesokan harinya karung-karung itu diturunkan lagi ke darat,” ujar warga tersebut.
Sementara itu, Rambo membenarkan adanya warga yang membawa karung berisi pasir menuju KIP Cinta IV. Namun, ia mengaku tidak mengetahui mengenai aktivitas penurunan kembali karung-karung tersebut.
“Memang ada warga yang mengangkut karung berisi pasir ke KIP, tapi saya tidak tahu kalau itu diturunkan lagi. Setahu saya KIP itu sedang diperbaiki, kemungkinan pasir itu untuk keperluan perbaikan,” kata Rambo.
Menurutnya, kepastian mengenai tujuan material tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada pihak yang mengetahui langsung keberadaan dan aktivitas KIP Cinta IV.
Di sisi lain, Direktur PT PTI, Darwis, saat dimintai tanggapan pada Jumat (11/09/2026), justru menyatakan bahwa aktivitas tersebut tidak berkaitan dengan PT PTI.
Darwis juga menegaskan bahwa dirinya maupun PT PTI tidak memiliki IUP Laut.
“Maaf, terkait hal yang ditanyakan saya coba konfirmasi dulu, soalnya tidak ada hubungannya dengan PT PTI. Saya sebagai Direktur dan PT PTI tidak memiliki IUP Laut,” ujar Darwis melalui pesan singkat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap dugaan keterkaitan PT PTI dengan aktivitas yang terpantau di sekitar KIP Cinta IV.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah hal yang belum mendapatkan penjelasan secara utuh. Di antaranya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas KIP Cinta IV, tujuan sebenarnya pengangkutan pasir, serta alasan material tersebut disebut kembali diturunkan setelah sebelumnya dibawa ke kapal.
Pertanyaan lainnya menyangkut siapa yang mengarahkan warga dalam aktivitas pengangkutan tersebut dan apakah kegiatan itu telah diketahui atau dilaporkan kepada instansi berwenang.
Redaksi tidak menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan tindak pidana atau hasil tambang ilegal. Seluruh informasi masih membutuhkan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
PT PTI, pihak yang menguasai atau mengoperasikan KIP Cinta IV, serta instansi terkait tetap diberikan ruang untuk memberikan penjelasan maupun hak jawab atas informasi yang menjadi sorotan dalam pemberitaan ini.
.jpg)
Social Footer