CYBERPERS.COM-CELUAK, BANGKA TENGAH – Pengelolaan lahan sawit yang disebut berada di kawasan Hutan Produksi (HP) di wilayah Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi sorotan.
Kawasan yang disebut memiliki luas sekitar 80 hektare tersebut saat ini disebut dikelola sepenuhnya oleh Agrinas. Persoalan yang kemudian muncul adalah mengenai manfaat maupun kontribusi dari pengelolaan perkebunan tersebut bagi pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Saat dikonfirmasi terkait pengelolaan lahan tersebut, Kepala Desa Celuak menyampaikan bahwa pengelolaan sepenuhnya berada di pihak Agrinas.
“Untuk pengelolaan 100 persen dikelola oleh Agrinas dan kontribusi ke desa sampai saat ini belum ada sama sekali. Jadi mohon saran dan petunjuknya, seperadik,” ujar Kepala Desa Celuak.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini, menurut Pemdes Celuak, belum ada kontribusi yang diterima desa dari pengelolaan perkebunan sawit tersebut.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana sebenarnya skema pemanfaatan kawasan tersebut. Apakah terdapat pola kemitraan, bagi hasil, pemberdayaan masyarakat, atau bentuk manfaat lainnya yang diperuntukkan bagi masyarakat Desa Celuak?
Terlebih, lahan tersebut disebut berada di kawasan HP. Status kawasan, dasar pemanfaatan untuk perkebunan sawit, serta kewenangan pengelola menjadi hal penting yang perlu diperjelas agar masyarakat memperoleh informasi yang terang.
Pemdes Celuak sendiri menegaskan bahwa pihaknya tidak mengelola langsung perkebunan tersebut dan mengaku belum menerima kontribusi.
Dengan demikian, persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa yang mengelola, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar mendapatkan manfaat dari keberadaan perkebunan tersebut.
Publik pun patut mendapatkan penjelasan mengenai dasar pengelolaan lahan seluas sekitar 80 hektare tersebut, mekanisme pemanfaatannya, serta apakah terdapat skema manfaat atau kontribusi yang memang diperuntukkan bagi desa dan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai skema manfaat bagi masyarakat dan kontribusi kepada Desa Celuak masih menjadi pertanyaan yang perlu dijelaskan oleh pihak terkait.
Tim
Narsum
Foto ilustrasi



Social Footer