CYBERPERS.COM-BANGKA BARAT — Aktivitas tambang timah di perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, kembali mencuat. Setelah sebelumnya sempat dilakukan penertiban, aktivitas TI apung dan sejumlah user-user disebut kembali beroperasi di kawasan tersebut.
Pantauan pada Sabtu (12/9/2026) menunjukkan aktivitas di perairan itu kembali menjadi perhatian. Sejumlah unit disebut bekerja dengan pola waktu yang tidak menentu, bahkan aktivitas diduga berlangsung hingga larut malam dan dini hari.
Kondisi ini menjadi sorotan karena kawasan tersebut bukan kali pertama mendapat perhatian aparat. Penertiban yang pernah dilakukan ternyata belum membuat aktivitas benar-benar berhenti.
Ketua RW setempat, Duloh, mengungkapkan pola aktivitas para penambang yang menurutnya kerap berlangsung pada malam hari.
“Biasanya selepas Isya, bahkan ada yang mulai jam 01.00 WIB malam. Mereka sudah bekerja. Pokoknya semalaman mereka kucing-kucingan,” kata Duloh, Jumat (11/9).
Kembali munculnya aktivitas tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah penertiban sebelumnya hanya bersifat sementara, sehingga para penambang kembali masuk dan bekerja?
Informasi yang beredar di lapangan juga menyebut adanya dugaan pihak tertentu yang membantu mengondisikan aktivitas sejumlah user. Namun, informasi tersebut masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Persoalan ini tidak semestinya hanya dilihat dari keberadaan pekerja di lapangan. Jika aktivitas tersebut terbukti melanggar aturan, maka penting untuk menelusuri rantai di belakangnya, mulai dari pemodal, pengurus lapangan, pihak yang mengatur aktivitas, hingga dugaan penampung hasil tambang.
Kembalinya aktivitas setelah penertiban juga menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Masyarakat tentu berharap langkah yang dilakukan tidak berhenti pada pembubaran sementara, tetapi mampu memutus mata rantai aktivitas yang diduga membuat kegiatan tersebut terus berulang.
Kini perhatian publik tertuju pada Polres Bangka Barat. Apakah akan kembali dilakukan penindakan, atau aktivitas tersebut kembali dibiarkan berjalan hingga menjadi persoalan berulang?
Publik menunggu penjelasan resmi dan langkah konkret aparat terkait kondisi terkini di perairan Tembelok-Keranggan.



Social Footer