Breaking News

Waspada! Kasus HIV di Bangka Selatan Capai 93 Orang, 17 Kasus Baru Ditemukan Sejak 2025



BANGKA SELATAN — Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Bangka Selatan menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan mencatat, hingga pertengahan tahun 2026, jumlah kasus HIV yang terdata telah mencapai 93 orang.

Para penderita berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kasus merupakan temuan baru dalam periode tahun 2025 hingga pertengahan 2026.

Berdasarkan data DKPPKB Bangka Selatan, sebanyak 12 kasus baru ditemukan sepanjang tahun 2025. Sementara itu, hingga Juni 2026, kembali ditemukan lima kasus baru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan melalui edukasi serta pemeriksaan atau screening terhadap kelompok sasaran.

Menurutnya, data temuan kasus tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah pencegahan, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan dini terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pemeriksaan HIV kepada ibu hamil. Screening dilakukan sebagai upaya mendeteksi HIV sedini mungkin sekaligus mencegah risiko penularan dari ibu kepada bayi.

“Ibu hamil menjadi salah satu sasaran utama screening HIV untuk mendeteksi kasus lebih awal dan mencegah kemungkinan penularan kepada bayi,” ujar Slamet, Selasa (1/8/2026).

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelompok dan lokasi yang menjadi sasaran program pencegahan berdasarkan pemetaan risiko yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Sebagian kasus HIV di Bangka Selatan diketahui melalui pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit. Wilayah Toboali menjadi salah satu pusat rujukan dalam penanganan dan pemeriksaan pasien.

DKPPKB Bangka Selatan pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang direkomendasikan mengikuti screening. Deteksi dini dinilai penting agar pasien dapat memperoleh penanganan medis secara lebih cepat dan tepat.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap upaya edukasi, pencegahan, dan pemeriksaan dini dapat terus diperkuat untuk menekan risiko penularan HIV di tengah masyarakat.

Masyarakat juga diharapkan memperoleh informasi yang benar mengenai HIV dan tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV, karena pencegahan dan penanganan penyakit tersebut membutuhkan kesadaran bersama.

Tim

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close