Bangka Barat-Saya, Bayu, menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman dan kronologi yang saya ketahui, setelah membagikan berita mengenai lahan di kawasan Bandara Depati Amir ke sebuah grup, saya menerima pesan dan permintaan berulang dari sejumlah pihak yang mendesak agar berita tersebut dihapus. Saya menyebut kondisi tersebut sebagai spam karena permintaan penghapusan datang berulang kali.
Saya menegaskan bahwa adanya desakan agar berita dihapus tidak dapat serta-merta diartikan sebagai bukti bahwa saya menawarkan jasa penghapusan berita dengan imbalan Rp1 juta. Saya meminta agar kronologi komunikasi diperiksa secara utuh, termasuk siapa yang menghubungi saya, apa isi pesannya, dan bagaimana urutan peristiwanya.
Terkait tuduhan permintaan fee sebesar Rp25.000 per kilogram timah di DAS Kampak, saya dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Saya tidak pernah meminta fee sebagaimana yang dituduhkan kepada saya.
Saya mempersilakan pihak-pihak terkait untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut secara objektif. Silakan telusuri bukti komunikasi, transaksi, keterangan saksi, maupun bukti lain yang relevan. Jika ada pihak yang menuduh saya meminta uang, saya meminta agar tuduhan itu disertai bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Saya menilai tuduhan tersebut sangat serius karena menyangkut integritas, profesi, dan nama baik saya. Saya meminta agar tidak ada pihak yang menyimpulkan keterlibatan saya hanya berdasarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Saya tetap menghormati kebebasan pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Namun, saya juga memiliki hak untuk membantah tuduhan yang saya anggap tidak benar serta meminta agar klarifikasi ini dimuat secara proporsional.
Apabila masih terdapat keraguan, saya mempersilakan pihak redaksi dan pihak terkait melakukan konfirmasi secara langsung kepada saya agar persoalan ini dapat diperiksa secara terbuka, profesional, dan berdasarkan fakta.
Bayu
Pihak yang memberikan hak jawab dan klarifikasi

