Pontianak — Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) kembali mengkritisi kondisi fasilitas di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. LAKI menilai plafon bandara yang tampak kurang menarik dan terkesan tidak rapi tidak seharusnya terjadi pada fasilitas transportasi udara bertaraf internasional.selasa,(9/12)
Untuk itu, LAKI meminta Komisi V DPR RI segera mendorong penganggaran pekerjaan perbaikan plafon tersebut melalui kementerian terkait. Menurut organisasi ini, Bandara Supadio merupakan pintu masuk utama ke Kalimantan Barat yang seharusnya tampil representatif dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
“Untuk menghilangkan kesan bandara yang kurang menarik dan bangunan yang tampak tidak rapi, kami minta Komisi V DPR RI segera menganggarkan perbaikan plafon. Bandara internasional harus mencerminkan standar pelayanan yang memadai,” tegas LAKI dalam keterangannya di Pontianak.
LAKI menilai perbaikan estetika dan kenyamanan ruang merupakan bagian penting dari peningkatan citra daerah, terutama dalam upaya menarik investor dan wisatawan mancanegara.
“Bandara Supadio layak dipoles dengan standar internasional, bukan hanya pada nama. Kami yakin Bung Lazarus sebagai Ketua Komisi V dan wakil Kalbar di Senayan mampu melakukan terobosan untuk mendorong percepatan penganggaran,” lanjut LAKI.
Organisasi ini juga menegaskan bahwa hal sederhana seperti tampilan plafon yang tidak terawat dapat berdampak pada persepsi publik dan penilaian wisatawan terhadap kualitas layanan di Kalimantan Barat.
“Kita tidak ingin citra Kalbar terganggu hanya karena konstruksi plafon Bandara Supadio terlihat kurang menarik dan seolah tidak terawat,” tegas LAKI.
LAKI berharap Komisi V DPR RI dapat memberi perhatian serius agar Bandara Supadio benar-benar mencerminkan wajah Kalimantan Barat yang modern, nyaman, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Sabirin)


Social Footer