Surabaya, 15 November 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), menyelenggarakan pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Ramah Lingkungan pada tanaman tebu. Kegiatan berlangsung pada 12–15 November 2025 dan diikuti oleh petani serta praktisi perkebunan dari berbagai daerah.
Pelatihan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya tantangan OPT di tingkat budidaya, khususnya hama uret, pengerek batang, serta penyakit luka api yang kerap menurunkan produktivitas tebu. Melalui pelatihan ini, PT RPN berupaya memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit berbasis lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya prinsip pertanian berkelanjutan dan strategi pengelolaan OPT yang efektif. Peserta kemudian dibekali berbagai teknik terbaru, mulai dari pemilihan varietas unggul tahan OPT, metode pengendalian hayati, hingga analisis usaha tani yang mendukung efisiensi produksi.
Selama empat hari pelatihan, peserta menerima materi teori dan praktik lapangan. Pada sesi praktik, peserta diminta mengidentifikasi hama dan penyakit di lapangan serta mempraktikkan teknik pengendalian yang sesuai standar. Untuk mengukur tingkat pemahaman, panitia juga menyelenggarakan pre-test dan post-test sebagai indikator efektivitas pelatihan.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Presty, yang hadir pada pembukaan acara, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini.
“Pengendalian OPT adalah tantangan besar yang dihadapi petani setiap hari. Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknik pengendalian ramah lingkungan yang dapat menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan lahan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.
PT RPN menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sektor perkebunan tebu di tengah perubahan iklim dan meningkatnya ancaman OPT. Melalui penerapan teknik budidaya ramah lingkungan, diharapkan produktivitas tebu dapat terus meningkat tanpa mengorbankan kesehatan tanah maupun keseimbangan ekosistem.
Ke depan, PT RPN berharap program serupa dapat direplikasi di komoditas perkebunan lainnya sebagai langkah memperluas adaptasi teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia.(Sabirin)


Social Footer