Langkat — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo bergerak cepat menangani tanggul jebol di Dusun Rakyat Rejo, Desa Sukaramai, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Perbaikan darurat yang telah dimulai sejak beberapa pekan lalu ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir susulan di tengah curah hujan yang masih tinggi.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan peninggian dan penguatan tanggul di beberapa titik kritis. Pengerahan alat berat tersebut difasilitasi oleh PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Regional II Kebun Sawit Seberang. Sebelumnya, PalmCo juga terlibat aktif dalam penanganan darurat banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Sejak bencana terjadi pada awal pekan lalu, PTPN IV PalmCo telah menurunkan lebih dari 20 unit alat berat untuk membuka akses wilayah terdampak, memperbaiki badan jalan, serta menormalisasi aliran air di beberapa lokasi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi prioritas utama perusahaan.
“Masyarakat membutuhkan percepatan pemulihan di wilayah terdampak. Selama pemulihan belum selesai, PalmCo tidak akan berhenti. Karena bagi kami, membantu masyarakat adalah tanggung jawab dan komitmen kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, pengerahan alat berat ke Desa Sukaramai dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta memantau kondisi aliran sungai yang menunjukkan peningkatan debit air. “Ini merupakan penanganan darurat untuk menahan luapan air, sebelum nantinya dilakukan intervensi teknis jangka panjang dari pemerintah provinsi,” tambahnya.
Perbaikan tanggul tersebut turut ditinjau oleh perwakilan UPTD Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. Ia menyebutkan bahwa tanggul jebol ini menjadi salah satu penyebab banjir di beberapa desa di sepanjang aliran sungai.
“Kami meninjau langsung titik jebol yang selama ini memicu banjir. Respons cepat dari PTPN IV sangat membantu untuk menutup sementara titik yang bocor,” katanya.
Ia menambahkan, setelah penanganan darurat selesai, pemerintah provinsi akan menyiapkan langkah teknis yang lebih komprehensif. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemotongan sebagian alur sungai guna mengendalikan arus dan mengurangi tekanan pada tanggul. Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama konsultan perencana.
“Penanganan sementara ini penting, namun solusi permanen juga sedang kami siapkan agar masyarakat tidak terus terdampak setiap musim hujan,” ujarnya.
Camat Padang Tualang, Muhamad Izwanda, yang hadir langsung di lokasi kegiatan, menyatakan bahwa peninggian tanggul merupakan langkah mendesak bagi keselamatan warga.
“Alhamdulillah, perbaikan sementara sudah dieksekusi hari ini. Kami mengapresiasi semua pihak yang bergerak cepat, termasuk PTPN IV Regional II yang langsung menurunkan alat berat. Ini sangat membantu masyarakat kami,” ucapnya.
Izwanda mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir warga di sekitar daerah aliran sungai sempat waspada karena luapan air yang datang secara tiba-tiba. Dimulainya perbaikan darurat ini memberikan rasa lega bagi warga, khususnya keluarga yang tinggal dekat bantaran sungai.
Pekerjaan perbaikan tanggul diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan, bergantung pada kondisi cuaca dan penurunan debit air. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pihak kecamatan akan terus memantau situasi di lapangan, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air sungai.
Penanganan darurat di Sukaramai ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menstabilkan aliran sungai di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat. Dengan langkah cepat ini, diharapkan risiko banjir susulan dapat ditekan sembari menunggu realisasi penanganan jangka panjang yang lebih permanen.(Sabirin)


Social Footer