Pontianak — Bank Kalbar menempatkan sektor properti sebagai salah satu fokus utama ekspansi kredit konsumtif pada tahun 2026. Langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap program pemerintah yang menargetkan pembangunan tiga juta rumah, melalui optimalisasi pembiayaan perumahan dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah memperkuat kerja sama pendanaan perumahan dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Dalam waktu dekat, kedua pihak dijadwalkan menandatangani perjanjian kerja sama baru untuk menetapkan kuota unit rumah yang akan dibiayai.
“Pembiayaan perumahan sekarang sedang kita genjot karena ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Tahun ini target pembangunan mencapai tiga juta rumah, sehingga kami berharap mendapat porsi yang lebih besar,” ujar Rokidi di Pontianak, belum lama ini.
Sebagai gambaran, sepanjang 2025 Bank Kalbar telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 700 unit rumah. Capaian tersebut menjadi pijakan penting bagi perusahaan dalam memperluas pembiayaan sektor perumahan di tahun berjalan.
Menurut Rokidi, strategi ekspansi kredit sejak awal tahun dinilai krusial. Selain mendorong pertumbuhan sektor properti, langkah ini juga berpotensi menarik Dana Pihak Ketiga (DPK) secara alami tanpa membebani biaya dana (cost of fund) yang tinggi.
Bank Kalbar optimistis penguatan pembiayaan perumahan melalui skema FLPP dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.(Sabirin)


Social Footer