Breaking News

Kinerja Berkelanjutan Bank Kalbar Dorong Ekonomi dan PAD Kalimantan Barat

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus menunjukkan peran strategisnya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Sepanjang tahun 2025, kinerja Bank Kalbar tercatat tumbuh positif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, S.E., M.M., menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perseroan tidak semata berorientasi pada laba, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat daya dukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Graha 415, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
“Penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta sinergi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi utama agar Bank Kalbar tetap relevan sebagai bank pilihan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Rokidi.
Dari sisi tata kelola, Bank Kalbar secara konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil self-assessment tata kelola tahun 2025 menempatkan Bank Kalbar pada peringkat 2, mencerminkan pengelolaan bank yang akuntabel, transparan, serta patuh terhadap regulasi.
Secara keuangan, Bank Kalbar mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025. Laba bersih tumbuh 7,66 persen (year on year) menjadi Rp522,99 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran kredit yang meningkat 7,20 persen menjadi Rp18,07 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 3,77 persen menjadi Rp21,11 triliun. Total aset juga tumbuh 5,02 persen menjadi Rp27,84 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) mencapai 57,90 persen.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 1,85 persen dan NPL net di level 0,58 persen. Berdasarkan hasil self-assessment tingkat kesehatan bank per 31 Desember 2025, Bank Kalbar berada pada Peringkat Komposit 2, yang menunjukkan kondisi bank secara umum sehat.
“Target laba tahun 2025 tercapai hingga 102,32 persen. Kinerja ini membuat kami konsisten menyetor dividen kepada pemerintah daerah dan memperluas pembiayaan, khususnya bagi UMKM, sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kalbar,” tambah Rokidi.
Selain kinerja keuangan, Bank Kalbar juga terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan Banking Integration System (BIS) berbasis open banking, perluasan layanan mobile banking, digitalisasi pembayaran pajak daerah, hingga implementasi QRIS. Inovasi ini mendukung percepatan ekonomi digital sekaligus inklusi keuangan di daerah.
Kontribusi terhadap PAD juga terus meningkat. Pada tahun 2024, Bank Kalbar menyalurkan dividen lebih dari Rp257 miliar kepada para pemegang saham pemerintah daerah. Secara kumulatif, total dividen yang dibagikan hingga 2024 telah melampaui nilai modal disetor, menegaskan peran Bank Kalbar sebagai sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
Tak hanya itu, komitmen pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Pada 2025, Bank Kalbar mengalokasikan dana CSR hingga 3 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp8,8 miliar.
“Sebagai BUMD, kami berkomitmen tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” pungkas Rokidi.(Sabirin)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close