PASER — Program nasional pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian resmi memasuki tahap implementasi. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V turut ambil bagian dalam pembangunan industri hilirisasi ayam di Kalimantan Timur sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan nasional.
Groundbreaking proyek dilaksanakan serentak secara daring dari Jakarta pada Jumat (6/2/2026), bersama lima lokasi prioritas lainnya yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan protein hewani nasional, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menekan ketergantungan impor bibit ayam Parent Stock (PS).
Di Kabupaten Paser, peletakan batu pertama dilakukan di Afdeling II Kebun Pandawa milik PTPN IV Regional V. Kegiatan ini disaksikan Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan I Ketut Wirata, Staf Ahli Gubernur Kaltim Arief Murdiyanto, Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan, Sekda Paser Katsul Wijaya, serta Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, I Ketut Wirata, menjelaskan bahwa pengembangan ini membangun ekosistem peternakan unggas dari hulu hingga hilir agar masyarakat memiliki akses protein hewani yang cukup, aman, dan terjangkau.
“Produksi bibit ayam di daerah akan menjamin pasokan lebih stabil, distribusi lebih dekat, serta harga lebih terkendali. Program ini juga membuka peluang besar bagi peternak lokal, koperasi, dan UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV, Ugun Untaryo, menegaskan peran PTPN IV difokuskan pada optimalisasi aset lahan.
“PTPN IV mendukung Program Mandiri Protein Nasional melalui penyediaan lahan strategis yang siap dikembangkan. Pendanaan proyek dikoordinasikan Danantara, sementara kami memastikan kesiapan kawasan melalui land preparation untuk pembangunan peternakan modern,” jelasnya.
Di lokasi Paser, proyek mencakup pembangunan 14 kandang modern sistem closed house berkapasitas 140 ribu indukan Parent Stock dengan target produksi hingga 10 juta Day Old Chick (DOC) per tahun.
Sekda Paser Katsul Wijaya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Paser sebagai salah satu sentra produksi nasional. Pemerintah daerah, katanya, siap mendukung realisasi investasi melalui regulasi dan koordinasi lintas sektor.
Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan menambahkan bahwa area seluas sekitar 10 hektare telah disiapkan di Kebun Pandawa. Selain itu, pengembangan hilirisasi ayam juga direncanakan di Kebun Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Proyek ini diharapkan memberi dampak ekonomi luas melalui pelibatan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat dalam rantai pasok produksi hingga distribusi, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dengan dimulainya proyek di Paser, pemerintah menegaskan komitmen pemerataan sentra produksi ayam dan telur di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari penguatan kemandirian protein nasional serta pembangunan pangan berkelanjutan.(Sabirin)


Social Footer