Breaking News

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Indonesia Emas 2045 Lewat Program “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”

Tanah Grogot – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Regional V melaksanakan Program Pengentasan Stunting Tahun 2026 di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (27/2/2026). Program ini digelar secara kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten Paser dengan menyasar langsung Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui intervensi gizi terpadu dan perbaikan sanitasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur Nurizky Permanajati, Kepala Divisi TJSL PTPN IV Ridho Syahputra Manurung, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional V Surya Xico Marpaung, Group Manager Unit Group Kalimantan Timur Agung Kwartanto, serta Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol.

Program Pengentasan Stunting ini merupakan langkah strategis dan berkelanjutan untuk menekan prevalensi stunting melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, edukasi kesehatan, hingga peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mengusung tema “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa penanganan stunting dilakukan melalui program berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan gizi dan sanitasi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Menurutnya, penanganan stunting bukanlah inisiatif baru, melainkan komitmen yang telah dijalankan secara masif dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2024, bantuan makanan tambahan bergizi menjangkau 1.313 anak dan meningkat menjadi 2.077 anak pada tahun 2025. Perusahaan juga aktif menjalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat. Kami ingin terus berkontribusi secara konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tegas Jatmiko.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur Nurizky Permanajati mengungkapkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen, sedangkan Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional dan ambang batas WHO sebesar 20 persen.

Sebagai upaya intervensi, sebanyak 936 keluarga di Kabupaten Paser ditetapkan sebagai sasaran Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). “Kehadiran PTPN IV sangat membantu meringankan beban pemerintah daerah dan diharapkan dapat menjadi praktik baik yang direplikasi oleh mitra usaha lainnya,” ujar Nurizky.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol. Ia menyambut baik sinergi tersebut sebagai penguatan upaya daerah dalam mengejar target penurunan stunting. “Kami optimistis percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Paser dapat dicapai pada tahun ini,” katanya.

Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan menjelaskan, implementasi program di Kabupaten Paser menyasar 100 keluarga KRS dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan. Program ini dirancang untuk memastikan perbaikan status gizi keluarga berlangsung secara konsisten dan terukur.

“Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh paket makanan bergizi secara berkala, meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga,” jelasnya.

Pada tahap awal, program menyasar 85 baduta dan 15 ibu hamil. Sebanyak 100 paket makanan bergizi siap saji disalurkan kepada keluarga KRS, disertai bantuan lanjutan berupa susu formula, telur, dan beras. Intervensi dilakukan melalui skema Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan sesuai standar gizi Kementerian Kesehatan.

PMT Pemulihan diberikan setiap dua minggu selama tiga bulan dan dapat diperpanjang hingga maksimal enam bulan berturut-turut. Program ini juga dilengkapi dengan kunjungan rumah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan stunting, serta dukungan perbaikan sanitasi melalui pembangunan dua unit jamban sehat.

Sudarma menegaskan, keterlibatan perusahaan tidak bersifat seremonial, melainkan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. “Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dengan intervensi yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Program Pengentasan Stunting Tahun 2026 akan dilaksanakan oleh seluruh regional PTPN IV PalmCo dengan tema “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung program pemerintah secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.(Sabirin)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close