Jakarta, 27 Januari 2026 – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui entitas risetnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), berpartisipasi dalam penandatanganan 55 perjanjian riset Program Grant Riset Sawit yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) pada awal tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat riset dan inovasi sektor kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.
Dalam agenda tersebut, Senior Executive Vice President Riset, Inovasi dan Sustainability PT RPN, Tjahjono Herawan, hadir mewakili perusahaan sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam pengembangan agenda strategis riset kelapa sawit nasional.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa total nilai kontrak kerja sama riset yang ditandatangani mencapai Rp88,1 miliar dengan skema pelaksanaan multi years hingga maksimal dua tahun. Program Grant Riset Sawit merupakan program reguler BPDP yang bertujuan mendorong lahirnya riset aplikatif yang dapat diimplementasikan secara langsung serta memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit nasional.
Selain penandatanganan kontrak, BPDP juga melaporkan capaian positif dalam komersialisasi hasil riset. Saat ini, puluhan inovasi telah memasuki tahap pilot project maupun siap dikomersialisasikan. Proses valuasi tingkat kesiapan teknologi dilakukan bersama Asosiasi Inventor Indonesia (AII) guna memastikan hasil riset memiliki potensi implementasi dan daya saing di pasar.
Partisipasi PT RPN menegaskan peran strategis perusahaan sebagai lembaga riset perkebunan nasional yang berkomitmen mendorong pengembangan inovasi dan praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PT RPN terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga penelitian, industri, serta asosiasi guna menghasilkan inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri sawit Indonesia.
Melalui sinergi yang semakin kuat, perusahaan berharap hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diimplementasikan dan dikomersialisasikan secara luas, sehingga memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan sektor perkebunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.(Sabirin)


Social Footer