Penertiban dilakukan personel Sat Polairud Polresta Pangkalpinang bersama Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung yang turun langsung ke lokasi setelah kembali ditemukan aktivitas penambangan jenis sebu atau tungau di kawasan DAS tersebut.
Saat petugas tiba, dua unit tambang masih ditemukan beroperasi. Kedatangan polisi membuat para pekerja langsung panik dan meninggalkan lokasi. Mereka melarikan diri dengan menerobos kawasan rawa hingga masuk ke hutan.
Petugas sempat melakukan pengejaran terhadap para pekerja. Namun, kondisi medan yang berupa rawa dan kawasan hutan membuat para penambang berhasil meloloskan diri.
Kasat Polairud Polresta Pangkalpinang AKP Irwan Haryadi mengatakan, penertiban tersebut bukan kali pertama dilakukan. Polisi sebelumnya telah berulang kali memberikan imbauan agar aktivitas penambangan di kawasan DAS Air Mawar dihentikan.
“Sudah berulang kali kita lakukan imbauan agar aktivitas penambangan di DAS Air Mawar ini dihentikan. Namun masih ditemukan aktivitas penambangan yang tetap beroperasi. Saat anggota datang, para pekerja langsung melarikan diri ke rawa dan hutan,” ujar AKP Irwan Haryadi.
Meski para pekerja berhasil kabur, petugas mengamankan sejumlah peralatan yang ditinggalkan di lokasi. Barang bukti tersebut terdiri dari dua unit mesin Robin warna merah putih merek General Power CX 520, satu buah besi rajuk, satu selang spiral warna biru, satu selang air serta dua jerigen berisi Pertalite.
Seluruh barang bukti kemudian diangkut ke Kantor Sat Polairud Polresta Pangkalpinang untuk proses lebih lanjut.
Selain persoalan aktivitas penambangan, polisi turut menyoroti dampak kegiatan tersebut terhadap kondisi DAS. Aktivitas tambang dinilai berpotensi mengganggu aliran sungai dan menyebabkan pendangkalan akibat material hasil kegiatan penambangan.
Polairud Polresta Pangkalpinang menegaskan penertiban akan terus dilakukan terhadap aktivitas penambangan yang masih ditemukan beroperasi di kawasan DAS Air Mawar.
Penertiban kali ini kembali menunjukkan bahwa meski telah berulang kali diberikan imbauan, aktivitas tambang masih ditemukan. Saat aparat datang, para pekerja memilih meninggalkan lokasi dan membiarkan peralatan tambang mereka diamankan petugas.
