Aliansi Gibran Ajak Masyarakat Akhiri Polemik Pilpres dan Fokus pada Kepentingan Rakyat
JAKARTA — Ketua Umum Aliansi Gibran, Reyhan Restuansyah, mengajak masyarakat mengakhiri polemik politik yang berkepanjangan dan mengembalikan perhatian pada kepentingan rakyat setelah proses hukum terkait Pilpres 2024 ditempuh melalui mekanisme konstitusional.
Reyhan mengatakan masyarakat tidak seharusnya terus dibebani perbedaan politik yang telah berlangsung cukup panjang.
"Setelah seluruh proses hukum ditempuh melalui mekanisme yang tersedia, saatnya kita mengesampingkan perbedaan politik," ujar Reyhan dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026) malam.
Menurutnya, penghormatan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.
Ia menyebut putusan lembaga negara yang berwenang semestinya menjadi rujukan bersama, terlepas dari perbedaan sikap politik masing-masing pihak.
Reyhan juga menyampaikan bahwa Aliansi Gibran tidak akan menggunakan putusan MK untuk menyerang pihak yang sebelumnya mengajukan permohonan.
"Kami tidak ingin menjadikan putusan ini sebagai momentum untuk menyerang atau menyudutkan pihak mana pun," katanya.
Sebaliknya, Aliansi Gibran memilih mengarahkan energi organisasi untuk mengawal pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Menurut Reyhan, pengawasan terhadap pemerintah tetap diperlukan agar program pembangunan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Pemerintah harus diberikan ruang untuk bekerja, tetapi masyarakat juga berhak memberikan kritik dan masukan," ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyrakat dapat membangun suasana demokrasi yang lebih sehat dengan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas.
"Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas," pungkasnya.
