Manajemen RSUD OK Arya Zulkarnain Mediasi dengan Pasien dan Keluarga
BATU BARA – RSUD OK Arya Zulkarnain telah melakukan mediasi dan klarifikasi bersama seorang pasien beserta keluarganya menyusul perubahan jadwal operasi yang berkaitan dengan keterlambatan ketersediaan obat bius.
Kepala RSUD OK Arya Zulkarnain, dr. H. Yufly Yanza, M.K.M., menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dilaksanakan pada Selasa sebagai tindak lanjut atas kendala yang terjadi.
Dalam mediasi itu, pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga. Manajemen juga menyatakan akan menjadwalkan ulang operasi pasien tersebut.
Yufly menerangkan bahwa RSUD OK Arya Zulkarnain saat ini mengalami keterbatasan stok obat bius. Pemesanan telah dilakukan, tetapi kedatangan obat tidak sesuai dengan perkiraan awal.
Obat yang dibutuhkan semula diperkirakan tiba pada Senin pagi. Namun, perkiraan itu meleset hingga Selasa.
Ia turut mengakui adanya miskomunikasi antara bagian farmasi dan ruang operasi mengenai pembaruan informasi keterlambatan pengiriman obat.
Mediasi tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen menjelaskan persoalan kepada pasien sekaligus menindaklanjuti kendala pelayanan yang terjadi.
Selanjutnya, komunikasi mengenai jadwal operasi pengganti dan kesiapan obat perlu disampaikan secara jelas agar pasien serta keluarga memperoleh kepastian tentang kelanjutan pelayanan medis.
"Proses pengadaan obat bius ini berbeda degan obat²an yang lain. Terkadang memerlukan waktu pengadaan yang lebih lama dan memperhatikan ketersediaan di pasaran. Saat ini RSUD memang memiliki keterbatasan stok obat bius dan sudah dalam pemesanan dan dalam pengantaran. Obat yg akan digunakan untuk operasi pasien tersebut seharus nya tiba senin pagi hari namun ternyata perkiraan tsb meleset ke hari Selasa. Ada miskomunikasi internal antara ruang Farmasi dan ruang operasi terkait ketersediaan obat bius ini terkait update keterlambatan pengiriman obat bius tersebut, RSUD sudah melakukan mediasi dan klarifikasi dengan pasien dan keluarga terkait hal ini serta meminta maaf kepada yang bersangkutan dan akan menjadwalkan ulang operasi beliau. Ujar dr. Yufli. Kepada awak media Kamis (27/10).
