Jadikan Pengalaman sebagai Guru Berharga, Direktur RSUD OK Arya Zulkarnain Komitmen Berbenah Total, Ahmad Fahmi Lubis Beri Dukungan
BATU BARA — Pembenahan pelayanan kesehatan menjadi komitmen yang ditegaskan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OK Arya Zulkarnain Kabupaten Batu Bara. Di bawah kepemimpinan dr. H. Yufli Yanza, M.K.M., rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut berupaya melakukan evaluasi menyeluruh guna menghadirkan pelayanan medis yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen itu ditandai dengan kesediaan manajemen menjadikan pengalaman pelayanan sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas layanan pada masa mendatang.
Direktur RSUD OK Arya Zulkarnain, dr. H. Yufli Yanza, M.K.M., menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui tanggung jawab, pembenahan berkelanjutan, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Baginya, evaluasi bukan sekadar upaya mengidentifikasi kekurangan, melainkan juga menjadi pijakan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih baik, mulai dari kesiapan tenaga medis hingga ketersediaan obat-obatan dan fasilitas penunjang.
Direktur Sampaikan Permohonan Maaf, Pembenahan Menjadi Komitmen
Manajemen RSUD OK Arya Zulkarnain secara terbuka mengakui bahwa dinamika pelayanan di lapangan dapat menghadirkan berbagai tantangan. Karena itu, setiap pengalaman yang dinilai kurang memuaskan perlu dijadikan pelajaran untuk mendorong perbaikan.
Dr. Yufli Yanza juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pengalaman pelayanan yang selama ini kurang berkenan.
"Selaku pimpinan yang diamanahkan oleh Bapak Bupati untuk memimpin manajemen ini, saya bersama seluruh jajaran berkomitmen penuh mendukung total visi kerja Bapak Bupati demi masyarakat Batu Bara. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian atau pelayanan yang kurang berkenan selama ini. Pengalaman ini akan kami jadikan guru yang paling berharga dan kami berjanji melakukan pembenahan total dengan target utama tidak ada lagi pelayanan yang mengecewakan masyarakat ke depan," ujar dr. Yufli Yanza.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembenahan pelayanan perlu dilaksanakan secara konsisten, disertai langkah nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga mereka.
Sebab, dalam pelayanan kesehatan, kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui fasilitas yang tersedia, tetapi juga melalui kepastian pelayanan, keramahan petugas, kejelasan informasi, serta respons terhadap kebutuhan pasien.
Ketersediaan Obat dan Kesiapan Tenaga Medis Menjadi Perhatian
Pembenahan yang direncanakan manajemen mencakup sejumlah aspek penting, di antaranya optimalisasi fasilitas fisik, ketersediaan obat-obatan, bahan habis pakai (BHP) medis, serta kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Pemeriksaan dan pengecekan berkala atau check and recheck menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat untuk memastikan fasilitas penunjang dan kebutuhan medis berada dalam kondisi siap digunakan sesuai kebutuhan pelayanan.
Di sisi lain, pengelolaan pengadaan barang dan jasa perlu dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang tepat diharapkan membantu rumah sakit memenuhi kebutuhan operasional tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan pasien.
Langkah tersebut penting karena kualitas pelayanan rumah sakit merupakan hasil dari keterpaduan berbagai unsur, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan sarana, ketersediaan kebutuhan medis, hingga tata kelola yang baik.
Dengan evaluasi yang terarah, berbagai kendala diharapkan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditindaklanjuti secara proporsional.
Sejalan dengan Perhatian Pemerintah Kabupaten Batu Bara
Peningkatan kualitas RSUD OK Arya Zulkarnain juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Batu Bara.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap sektor kesehatan, baik melalui pembangunan fasilitas maupun pembiayaan program jaminan kesehatan, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program Universal Health Coverage (UHC), yang didukung melalui pembiayaan kepesertaan jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Namun, akses terhadap jaminan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga pelayanan yang profesional, informasi yang jelas, ketersediaan kebutuhan medis, dan penanganan pasien sesuai standar pelayanan.
Karena itu, pembenahan rumah sakit menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan.
Ahmad Fahmi Lubis Dukung Langkah Pembenahan RSUD
Ketua DPC Jaga Nusantara Bersama (JAGATARA) Kabupaten Batu Bara, Ahmad Fahmi Lubis, turut menjadi bagian dari elemen masyarakat yang diharapkan mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan.
Dukungan terhadap pembenahan RSUD OK Arya Zulkarnain menjadi penting dalam mendorong terciptanya sinergi antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan warga.
Langkah Direktur RSUD yang bersedia mengevaluasi kekurangan serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen perbaikan yang patut ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
Dalam perspektif kepentingan publik, keterbukaan terhadap evaluasi menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan. Namun, keberhasilan pembenahan tetap perlu dibuktikan melalui peningkatan mutu pelayanan yang konsisten dan dapat dirasakan masyarakat.
Ahmad Fahmi Lubis dan JAGATARA Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat mengambil peran konstruktif dengan mendorong penyampaian aspirasi masyarakat secara objektif, sekaligus mendukung berbagai upaya perbaikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dukungan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjadikan rumah sakit daerah sebagai fasilitas kesehatan yang semakin profesional, responsif, dan mengutamakan kebutuhan pasien.
Dengan demikian, kritik dan masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi, sementara manajemen rumah sakit memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan secara terukur dan berkelanjutan.
Kepercayaan Masyarakat Harus Dijawab dengan Perubahan Nyata
Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, setiap pembenahan di lingkungan rumah sakit harus berorientasi pada peningkatan mutu layanan, bukan sekadar perubahan administratif atau fisik.
Kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, kebersihan lingkungan, kejelasan prosedur, keramahan petugas, serta mekanisme penanganan pengaduan merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan.
Manajemen rumah sakit diharapkan mampu memastikan setiap keluhan ditangani secara profesional dan setiap persoalan yang ditemukan memperoleh tindak lanjut sesuai tingkat urgensinya.
Sementara itu, masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyampaikan kritik dan saran berdasarkan pengalaman serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembenahan RSUD OK Arya Zulkarnain tidak cukup diukur dari pernyataan komitmen, melainkan dari perubahan nyata dalam pengalaman pasien ketika memperoleh pelayanan.
Pengalaman masa lalu akan benar-benar menjadi guru berharga apabila menghasilkan perbaikan yang konsisten. Dengan komitmen manajemen, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat, RSUD OK Arya Zulkarnain diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan dapat diandalkan oleh masyarakat Kabupaten Batu Bara.
